Siapa yang tak pernah bertemu dengan mantan, entah mantan pacar atau mantan PDKT. Bertemu mantan seolah-olah seperti filosofi Jelangkung. Datang tak dijemput, pulang tak diantar. Yang pasti meninggalkan musibah. Musibah berupa luka lama yang telah dengan paksa terpendam dan dengan paksa terlupakan yang tanpa diperintah langsung kembali lagi. Bagaikan data di komputer yang otomatis ter-recovery walaupun sudah di delete. Bagaikan data di komputer yang otomatis ter-unzip walaupun sudah di compress atau di zip dan siap di read. Semuanya terjadi secara reflek.
Ketika pertemuan kembali itu tiba, seolah-olah anda berada di waktu dan tempat yang salah. Tetapi apa daya. Waktu tidak bisa dikembalikan.
Itulah yang terjadi dalam minggu ini. Dua kali saya bertemu dengan mantan yang sama. Pertemuan terjadi secara tidak sengaja. “Mini Bus berwarna oranye” ini menjadi tempat terkutuk dan
kehormatan . Kebetulan arah tempat kerja kita sama. Hanya saja, di tengah jalan dia harus turun dan berganti dengan kendaraan lain.
Pertemuan pertama diawali ketika saya berjalan dari tempat tinggal ke tempat “Mini Bus berwarna oranye” ini biasa mangkal. Dalam perjalanan di tempat mangkal, saya melihat ada Makluk Ciptaan Tuhan yang Paling Sexy (Cewek
) berjalan di depan saya. Tampak belakang, ok juga. Jadi ingin melihat mukanya. Tetapi berhubung masih pagi dan saya belum sarapan, jadi saya harus menghemat tenaga agar dapat sampai kantor dengan selamat. Keinginan untuk mendahului atau minimal menyamai kecepatan jalan dia diurungkan. Dia sempat menoleh ke arah saya, namun saya melewatkan kesempatan menatap mukanya. Kesempatan datang ketika dekat di tempat mangkal “Mini Bus berwarna oranye”. Dia telah menyebrang jalan duluan. Saya Belum. Sempat terlihat wajahnya tampak depan. Betapa kagetnya saya, ternyata dia adalah mantan PDKT sebelum saya lulus kuliah dulu. Walah.
Lalu apa yang akan terjadi di dalam bus. Saya berharap dia menyapa duluan. Karena saya yakin, sebelumnya dia telah melihat saya. Atau saya yang harus menyapa duluan. Hm… Seharusnya sih saya yang menyapa duluan. Ternyata dia nya membuang muka dan pura2 tidak melihat saya. Begitu juga saya. Saya pura2 tidak melihat dia dan duduk jauh2 dari dia.
Dalam perjalanan saya cuma bisa memandang tajam dari belakang. Penampilannya tidak ada yang berubah. Hanya terlihat lebih kurus saja daripada dulu.
Pertemuan kedua terjadi keesokan harinya. Detailnya sama. Hanya beda hari saja. Tetap dicuekin, begitu juga saya tetap mencuekin dia
. Apalagi kalo flashback, seharusnya dia yang menyapa saya dahulu. Mengingat dahulu, dia yang memulai dan dia pula yang merubah sendiri statusnya
. Dia tidak pernah menyelesaikan dan meminta maaf. Apalagi sekarang dia dengan bangganya setiap hari mengumbar perasaannya kepada pacarnya melalui status di YM.
I love you more than yesterday
I miss U so much.
etc
Weleh, saya tidak ngiri. Saya juga tidak mengharapkan dia kembali. Saya cuma bisa mendoakan agar dia bahagia dan tidak pernah ketemu dengan saya lagi apalagi bertemu saat dia jalan berdua dengan pacarnya.
Untungnya yang terakhir belom pernah kejadian dan jangan sampai pernah.
Skrg saya akan berusaha sekali lagi untuk melupakan segala kenangan indah, kenangan buruk dan luka lama.
Weekend….Weekend……
©EsTehTawar™
iman brotoseno Berkata:
on 16 Mei 2008 at 6:00 pm
gantian..pasang status juga d YM kamu…
no woman no cry…
aprikot Berkata:
on 16 Mei 2008 at 6:02 pm
tidak dewasa tuh mantan PDKT kamu, hrusnya sich cuek2 aja nyapa toh dia juga skrg dah punya pacar….
lenafryd Berkata:
on 16 Mei 2008 at 11:40 pm
hem…gua jd nostalgia…jg pernah ngalamin:(
joanne Berkata:
on 17 Mei 2008 at 2:40 pm
helllo estehtawar
this is lemonjuz hehehehehe
same with you… I really hate being in that situation, when my EX arround, especially when he already in a relationship with another girl!!!!!
natazya Berkata:
on 19 Mei 2008 at 2:00 am
ah…. ini kejadian nih…
si mantan dengan bangganya pasang status penuh cinta di YM buat pacar barunya
padahal putus baru dua hari saja!
ah… sama yang begini mah lama lama juga lupa…
harus lupa!
EsTehTawar™ Berkata:
on 19 Mei 2008 at 12:31 pm
@imam brotoseno
Siap. No woman No Cry.
Tapi Harpitnas No Cuti
@aprikot
kalo diingat2, bodi nya doank yang dewasa. Kepribadiannya masih rada anak2 alias manja2 gitu.
@lenafryd
juga
@joanne
hello too.
@natazya
Harus lupa donk.
-tikabanget- Berkata:
on 19 Mei 2008 at 3:51 pm
walaaahhh..
jadi ndak disapaaa??
lha iya kalo dia emang cuek..
lha kalo dia nunggu disapa juga gimanaa..
faridyuniar Berkata:
on 20 Mei 2008 at 7:28 pm
tenang, masih banyak wanita di dunia ini…hihi
EsTehTawar™ Berkata:
on 21 Mei 2008 at 1:46 pm
@tika
saling menunggu donk. wkwkwkwk
Emang cuek Kok
saya juga nunggu disapa
@faridyuniar
Memang wanita masih banyak. Cuma yang masih single, sesuai dengan kriteria saya, yang mau ama saya dan saya mau ama dia jumlahnya terbatas. Wkwkwkwk.
Bahkan Wanita jadi2an juga banyak. Cuma yang ini di exclude aja ya. Karena saya bukan Ronaldo
Andra Berkata:
on 21 Mei 2008 at 2:17 pm
Wah lucu juga. jadi pengen cerita juga
Gw pernah ngajak nonton mantan gw, terus dia malah minta ijin ke pacarnya. oops. tapi itu bukan masalah sih..
Tapi sepulangnya dari 21, motor gw berpapasan dengan motor pacarnya yang sedang membonceng ‘mantan calon mertua’ gw. Dan si ksatria bermotor itu melambaikan tangannya, entah ke gw atau ke penumpang cantik gw
terpaksa, sesampainya di rumah dia gw harus menyambut ramah-tamah dari calon menantunya ‘mantan calon mertua’ gw.
argh. antara enak dan tienak.
Chic Berkata:
on 21 Mei 2008 at 3:38 pm
justru malah sebaiknya disapa ajaaah… kan nunjukin kalo kamu okey with that… ngga kenapa-kenapa dan ngga merasa terganggu sama status dia itu… iya ngga sih…? kalo sekarang mah jelas-jelas dia merasa menang.. hihihihi
EsTehTawar™ Berkata:
on 21 Mei 2008 at 4:03 pm
@Andra
Wkwkwk. Ini malah lebih kacau lagi ceritanya. Sumpah kagak enak banget tuh.
Bisa gitu ya.
Kalau di anime, reaksinya biasanya bentur2in kepala sendiri.
@Chic

sama sekali tidak terganggu lah.
Hm.. kok jadi ngomongin menang dan kalah. Walaupun menang ataupun kalah tidak akan menentukan atau berpengaruh apapun.
Ya, besok deh, coba disapa kalo ketemu.
Tapi sejak di posting, malah kagak pernah ketemu lagi
kayaknya my wish coming true.
bubba Berkata:
on 23 Mei 2008 at 7:46 pm
lain kali naik “minibus berwarna hijau” aja, biar ga ketemu
goldfriend Berkata:
on 27 Mei 2008 at 7:16 pm
Weleh…weleh… kenapa kebanyakan kalau berpisah itu harus dengan saling membenci ya ?
Padahal berpisah saja sudah pasti sakit, ini ditambah lagi dengan rasa tidak suka….