Arsip untukMei 16, 2008

Meet With your Ex

Siapa yang tak pernah bertemu dengan mantan, entah mantan pacar atau mantan PDKT. Bertemu mantan seolah-olah seperti filosofi Jelangkung. Datang tak dijemput, pulang tak diantar. Yang pasti meninggalkan musibah. Musibah berupa luka lama yang telah dengan paksa terpendam dan dengan paksa terlupakan yang tanpa diperintah langsung kembali lagi. Bagaikan data di komputer yang otomatis ter-recovery walaupun sudah di delete. Bagaikan data di komputer yang otomatis ter-unzip walaupun sudah di compress atau di zip dan siap di read. Semuanya terjadi secara reflek. :( Ketika pertemuan kembali itu tiba, seolah-olah anda berada di waktu dan tempat yang salah. Tetapi apa daya. Waktu tidak bisa dikembalikan.

Itulah yang terjadi dalam minggu ini. Dua kali saya bertemu dengan mantan yang sama. Pertemuan terjadi secara tidak sengaja. “Mini Bus berwarna oranye” ini menjadi tempat terkutuk dan :) kehormatan . Kebetulan arah tempat kerja kita sama. Hanya saja, di tengah jalan dia harus turun dan berganti dengan kendaraan lain.

Pertemuan pertama diawali ketika saya berjalan dari tempat tinggal ke tempat “Mini Bus berwarna oranye” ini biasa mangkal. Dalam perjalanan di tempat mangkal, saya melihat ada Makluk Ciptaan Tuhan yang Paling Sexy (Cewek :) ) berjalan di depan saya. Tampak belakang, ok juga. Jadi ingin melihat mukanya. Tetapi berhubung masih pagi dan saya belum sarapan, jadi saya harus menghemat tenaga agar dapat sampai kantor dengan selamat. Keinginan untuk mendahului atau minimal menyamai kecepatan jalan dia diurungkan. Dia sempat menoleh ke arah saya, namun saya melewatkan kesempatan menatap mukanya. Kesempatan datang ketika dekat di tempat mangkal “Mini Bus berwarna oranye”. Dia telah menyebrang jalan duluan. Saya Belum. Sempat terlihat wajahnya tampak depan. Betapa kagetnya saya, ternyata dia adalah mantan PDKT sebelum saya lulus kuliah dulu. Walah. :(

Lalu apa yang akan terjadi di dalam bus. Saya berharap dia menyapa duluan. Karena saya yakin, sebelumnya dia telah melihat saya. Atau saya yang harus menyapa duluan. Hm… Seharusnya sih saya yang menyapa duluan. Ternyata dia nya membuang muka dan pura2 tidak melihat saya. Begitu juga saya. Saya pura2 tidak melihat dia dan duduk jauh2 dari dia. :) Dalam perjalanan saya cuma bisa memandang tajam dari belakang. Penampilannya tidak ada yang berubah. Hanya terlihat lebih kurus saja daripada dulu.

Pertemuan kedua terjadi keesokan harinya. Detailnya sama. Hanya beda hari saja. Tetap dicuekin, begitu juga saya tetap mencuekin dia :) . Apalagi kalo flashback, seharusnya dia yang menyapa saya dahulu. Mengingat dahulu, dia yang memulai dan dia pula yang merubah sendiri statusnya :( . Dia tidak pernah menyelesaikan dan meminta maaf. Apalagi sekarang dia dengan bangganya setiap hari mengumbar perasaannya kepada pacarnya melalui status di YM.

I love you more than yesterday

I miss U so much.

etc

Weleh, saya tidak ngiri. Saya juga tidak mengharapkan dia kembali. Saya cuma bisa mendoakan agar dia bahagia dan tidak pernah ketemu dengan saya lagi apalagi bertemu saat dia jalan berdua dengan pacarnya. :)

Untungnya yang terakhir belom pernah kejadian dan jangan sampai pernah. :)

Skrg saya akan berusaha sekali lagi untuk melupakan segala kenangan indah, kenangan buruk dan luka lama.

Weekend….Weekend…… :)

©EsTehTawar™