Gua biasanya jarang nonton pertandingan bola secara full time. Kecuali pertandingannya spesial banget, final atau kebetulan lagi terpaksa nonton
. Kemarin Sabtu, Liga Inggris Chelsea vs MU ngak disiarin gratis. Yang gratis salah satunya pertandingan Man.City vs Fulham. Ketika awal musim, semua orang memprediksikan Man.City bakal menjadi kuda hitam. Hal ini sejalan dengan performa nya di awal musim yang meyakinkan. Namun seiring berjalannya musim, penampilannya ternyata kok rada melorot. Semoga dengan pembelian pemain yang tepat, musim depan Man.City dapat berprestasi lebih baik.
Kembali ke pertandingan. Babak pertama berakhir 2-0 untuk ManCity. Menit 10 oleh Steven Ireland dan menit 21 oleh Benjani Mwaruwari. Dengan unggul 2-0, seolah-olah ManCity pasti menang. Ternyata begitu babak kedua dimulai, ManCity malah kesulitan menambah angka. Kacaunya menit 70, Fulham malah bisa mencuri gol lewat Kamara. Gol ini melecut semangan Fulham dan ManCity berbalik tertekan.
Sebenarnya ManCity mempunyai peluang untuk merubah skor menjadi 5-1. Sayang 3 kali peluang ManCity gagal di penyelesaian akhir karena ketidaktenangan dan “kebaik hatian dari Benjani Mwaruwari” yang tidak menyelesaikan sendiri peluang gol. Justru Fulham memperoleh hadiah pinalti yang berhasil di blok namun bola muntah dapat di gol kan oleh Murphy. Akhirnya Fulham menutup pertandingan dengan gol cantik Kamara di menit 90.
Benar-benar pertandingan yang menarik. Unggul 2 gol di babak pertama ternyata bisa dibalik menjadi 2-3 oleh Fulham. Benar-benar determinasi, pantang menyerah dan mental yang kuat.
Puas…puas nontonnya.
© EsTehTawar™